Penelitian ini mengkaji pola komunikasi dalam keluarga broken home yang mengalami disfungsi keluarga, khususnya pada keluarga IN. Tujuan utama penelitian adalah mendeskripsikan pola komunikasi antara orang tua dan anak serta menjelaskan bagaimana anak dari keluarga disfungsi dapat mengatasi stereotip negatif yang sering dikaitkan dengan kondisi tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga IN melalui berbagai fase, termasuk fase komunikasi tidak seimbang terpisah dan komunikasi monopoli. Namun, seiring waktu, pola komunikasi berkembang menuju keseimbangan terpisah yang memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak, serta meningkatkan kualitas komunikasi secara keseluruhan. Komitmen orang tua dalam memperbaiki komunikasi menghasilkan pola komunikasi yang setara, yang secara bertahap memperbaiki interaksi dalam keluarga. Hubungan yang baik antara orang tua dan anak berpengaruh positif terhadap karakter dan konsep diri anak. Hal ini dibuktikan oleh IN yang berhasil mematahkan stereotip negatif terkait anak dari keluarga broken home dengan mencapai tujuan hidupnya, menunjukkan bahwa anak dari keluarga disfungsi tidak selalu berantakan.
-
Communication Patterns of Parents to Children in Broken Homes Experiencing Family Dysfunction
Wulandari Wahyuning Tiyas & Diah Ayu Permatasari
Penerbit :
Jurnal Ilmu Komunikasi ACTA DIURNA
Tahun :
2025
Jurnal
Disfungsi Keluarga Pola Komunikasi Keluarga Stereotip Anak Broken Home
-
No Scan-
-
No Klasifikasihttps://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.9432
-
ISBN-
-
ISSN-
-
No Registrasi-
-
Lokasi TerbitUniversitas Jenderal Soedirman
-
Jumlah Hal11
-
Label-
-
Versi DigitalTIDAK
-
Versi FisikTIDAK
-
Lokasi Rak Buku Fisik//
-
Jumlah Exemplar Fisik Tersedia-