Permasalahannya adalah anak punk selalu di anggap negatif dan di pandang sebelah mata oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana anak punk meresepsikan konsep dirinya di media. Metode yang di gunakan ialah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang di dapatkan oleh peneliti menggunakan dari pengumpulan data, seperti wawancara kepada informan anak punk, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa ada beberapa faktor anak punk yakni dari faktor keluarga dan faktor pertemanan. Anak punk ini selalu mendapatkan komentar-komentar negatif tentang dirinya. Namun, yang anak punk lakukan hanya terdiam dan tidak peduli dengan apa yang di komentarin. Anak punk ini meresepsikan gambaran konsep dirinya di media online adanya pro dan kontra. Anak punk melihat konsep dirinya beranggapan negatif karena ada oknum yang memakai atribut atau penampilan selayak punk tetapi oknum tersebut tidak tahu apa arti punk sebenarnya dan seringkali melakukan kejahatan. Maka dari itu punk selalu di cap negatif padahal bukan punklah yang melakukannya. Dan juga anak punk yang beranggapan positif karena salah satu anak punk pernah melihat konsep dirinya di film dan di film itu solidaritasnya tinggi yang memiliki kepedulian sosialnya.
-
The Punk Community's Reception of Self-Concept Portrayals in the Media
Nilna Fassya Salsabila
Penerbit :
Jurnal Ilmu Komunikasi ACTA DIURNA
Tahun :
2025
Jurnal
Anak Punk Media Resepsi
-
No Scan-
-
No Klasifikasihttps://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2024.20.2.9433
-
ISBN-
-
ISSN-
-
No Registrasi-
-
Lokasi TerbitUniversitas Jenderal Soedirman
-
Jumlah Hal13
-
Label-
-
Versi DigitalTIDAK
-
Versi FisikTIDAK
-
Lokasi Rak Buku Fisik//
-
Jumlah Exemplar Fisik Tersedia-